Baim Wong Kesal, Mobil Rental yang Dipakainya Bulan Madu ‘Hilang’ dan Harus Bayar Hampir Rp 10 Juta

Setelah resmi menikah pada Kamis (22/11/2018) lalu, Baim Wong dan Paula Verhoeven kini tengah menikmati bulan madu di Amerika Serikat.

Selama berada di Negeri Paman Sam itu, Baim dan Paula menikmati berbagai destinasi menarik.

Di antaranya Dallas Arboretum and Botanical Garden, Santa Monica, dan Universal Studio Hollywood.

Untuk berkeliling ke berbagai tempat-tempat menarik di Amerika Serikat, keduanya memilih menyewa mobil agar lebih leluasa.

Namun, saat mengunjungi suatu tempat dengan mengendarai sewa mobil solo tersebut, Baim dan Paula justru mengalami nasib sial.

Keduanya yang belum mengerti soal peraturan parkir di negeri tersebut, harus merelakan mobilnya diderek.

Pengalamannya tersebut lantas dibagikan lewat channel YouTube milik mereka, Baim Paula, Rabu (5/12/2018).

Saat hendak kembali ke tempat penginapan, mereka mencari-cari keberadaan mobil yang mereka sewa.

Baim dan Paula sempat khawatir mobil tersebut hilang.

Namun, rupanya mobil mereka diangkut karena parkir melebihi batas waktu yang telah ditentukan.

“Jadi mobil kita diangkut karena ternyata nggak boleh parkir lebih dari jam empat,” ujar Paula.

Sempat kebingungan, akhirnya ada seorang pengendara mobil yang menolong mereka dan mengantar menuju tempat di mana mobil mereka dibawa.

Hingga tiba di tempat tersebut dan Baim harus membayar denda yang telah ditentukan.

Tak main-main, denda yang harus mereka bayar yakni sebesar 638 USD atau sebesar Rp 9,3 juta.

“Enam ratus tiga puluh delapan,” ujar seorang pria yang menenami Baim dan Paula.

“Capek deh, gue ngerinya nggak ada mobilnya,” kata Baim khawatir.

Mengalami kejadian tak menyenangkan, Baim seakan ingin meluapkan emosinya.

“Boleh enggak aku sekali ngomong kasar, tapi nanti temen-temen bosque pada marah,” ujarnya sambil berjalan menuju tempat parkir mobil.

“Sekarang lagi mau ngambil mobil,” kata Baim kesal.

Walaupun kesal, tapi Baim tetap bersyukur karena menemukan mobilnya.

Iklan

Pengusaha Rental Mobil di Yogyakarta Mulai Lirik Wuling

Sejak resmi meluncurkan produk di Indonesia setahun lalu dan telah mendirikan pabrik di Bekasi pada 2015 silam, Wuling nampaknya memang sering menggemparkan publik.

Pabrikan asal Tiongkok tersebut memang melabeli dirinya sebagai pabrikan dengan jaminan value for money dari setiap produknya.

Alhasil kendaraan yang mereka tawarkan memiliki harga di bawah harga pasaran pada umumnya.

Ini menjadi bukti keseriusan Wuling menggarap pasar otomotif Indonesia.

Lihat saja, untuk kelas Low MPV di saat pada umumnya memiliki kisaran harga mulai Rp 180 juta hingga Rp 250 jutaan untuk pasar Yogyakarta namun lewat Wuling Confero, hanya diberi label harga mulai Rp 140 jutaan dengan fitur dan keunggulan yang lebih.

Tak berhenti disitu, Cortez sama saja mengejutkannya.

Masuk untuk mengganggu dominasi kelas mobil Medium MPV yakni Toyota Innova yang dihargai mulai Rp 300 juta hingga Rp 400 jutaan, Cortez hanya dilabeli mulai Rp 200 juta hingga Rp 250 jutaan untuk tipe tertingginya dengan fasilitas mewah dan teknologi yang tak kalah mutakhir.

Melihat hal tersebut, nampaknya pengusaha rental mobil di Yogyakarta mulai melirik untuk merekrut mobil China ini menjadi bagian dari usahanya rental mobil jogja.

Ahmad Munif Selaku Divisi Usaha Asosiasi Pengusaha Persewaan Kendaraan Yogyakarta (APPKY) membenarkan hal tersebut.

“Iya, sudah ada beberapa yang menggunakan dan mulai melirik,” katanya saat dihubungi Tribunjogja.com, Rabu (19/12/2018).

Menikmati Keindahan Waduk Sermo dari Sudut Pandang Berbeda

Waduk Sermo, yang terletak di wilayah Kabupaten Kulonprogo dinilai sebagai bendungan terbaik se-Indonesia.

Hal tersebut dikarenakan selain sebagai ‘catchment area’, kualitas air yang di Waduk Sermo juga bagus,

Dilansir Tribun Jogja edisi Kamis (6/8/2016), Waduk Sermo kini juga semakin ramai dikunjungi wisatawan seiring hadirnya spot-spot taman wisata di sekitarnya.

Obyek wisata ‘Taman Bambu Air Sermo’ relatif baru karena mulai dibuka untuk umum pada tanggal 2 Juli 2016 yang lalu.

Adalah masyarakat sekitar yang tergabung dalam koperasi Bumiaji yang memiliki ide membangun taman terapung.

Taman terapung ini dibangun di atas tong plastik yang dirakit menggunakan kerangka besi.

Taman dibangun menggunakan material utama dari bambu. Layaknya taman pada umumnya, di taman terapung tersebut terdapat beberapa tanaman dalam pot.

Selain taman wisata tersebut, ternyata seorang netizen bernama Rizaldian Pratama memiliki cara lain dalam menikmati Waduk Sermo.

Ia mengunggah foto dirinya di atas pelimpahan air yang berada di Waduk Sermo.

Angle yang ia ambil pun tampak apik dengan memperlihatkan pepohonan dan sungai.

Terlebih Rizal mengambil momen yang tepat saat kabut di antara pepohonan masih terlihat.

“Arah yang tidak tertera di lambang mata angin dan warisan kebajikan,” tulisnya dalam caption unggahan tersebut.

Kini foto RIzal telah diunggah ulang oleh akun Wisata Yogyakarta yaitu @explorejogja.

Foto milik RIzal telah disukai hingga lebih dari 6 ribu kali.

Beberapa netizen pun langsung tertarik dan ingin mencoba berwisata ke Waduk Sermo.

Alumni Sekolah Rakyat Netral Yogyakarta Akan Gelar Reuni Akbar

Para alumni Sekolah Dasar (SD) Netral Yogyakarta akan mengadakan reuni akbar. SD yang dahulu berstatus Sekolah Rakyat (SR) ini mengundang seluruh alumni lintas angkatan, baik alumnus putra A/B, Netral campuran serta Netral putri untuk hadir dalam reuni dengan tema ‘Merajut Kenangan, Ngraketke Peseduluran’.

Panitia reuni akbar, Trimurti Widayatno yang merupakan alumni angkatan 68 ini mengatakan SR/SD Netral merupakan bagian dari sejarah perjalanan pendidikan di kota pelajar Yogyakarta. Dahulu tak semua siswa dapat bersekolah di SR Netral sehingga lulusan dari sekolah ini cukup diperhitungkan.

“Sesuai dengan temanya, kami ingin merajut kenangan bersama teman-teman lintas angkatan baik saat masih berstatus SR maupun SD. SR maupun SD Netral merupakan sekolah tua di Yogyakarta ini dan kita patut bangga telah menjadi bagian dari sejarah pendidikan tersebut,” ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Kamis (15/03/2018).

Dalam perkembangannya SR/SD Netral campuran dan SR/SD Netral putra A dan B berubah menjadi SD Netral C yang berada di Jalan Dagen Yogyakarta. Sedangkan SR/SD Netral putri sekarang menjadi SD Netral D terletak di Jalan Sosrowijayan.

Kegiatan reuni akan diselenggarakan di Sindu Kusuma Edupark Jalan Magelang km 2 Sinduadi Mlati Sleman. Untuk informasi dan konfirmasi kehadiran para alumni bisa mengubungi Bambang Sumanto angkatan’66 (0811501253), Nugroho Swasto angkatan’66 (0816681245), Trimurti Widayatno angkatan’68 (08122728490).

Dispora dan Pariwisata Beri Apresiasi Lomba Wisata yang Digelar Jewita

Kabid Pemasaran Pariwisata Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kalbar, Theresia Widiastuti, mengatakan pemerintah provinsi dalam hal ini Dispora dan Pariwisata Kalbar sangat mengapresiasi kegiatan atau lomba-lomba wisata yang telah diselenggarakan oleh Jejaring Wisata (Jewita) Kalbar.

“Kita sangat mengapresiasi lomba-lomba ini. Ini juga bagian dari upaya memasarkan pariwisata di Kalbar. Tugas ini pun tak hanya tanggungjawab pemerintah tapi juga tanggungjawab semua pihak. Jadi perlu sinergi bersama,” ungkapnya saat menghadiri Seminar Pesona Kalbar 2017, di Aula Kantor Bank Indonesia Kalbar, Kamis (16/3/2017).

Sebelumnya Jewita Kalbar menggelar lomba selfie wisata, lomba fotografi profesional, lomba pembuatan video pendek, dan lomba blog. Tujuannya adalah untuk mempromosikan objek wisata yang ada di Kalbar.

Animo yang ikut serta dalam lomba tersebut sangat luar biasa. Seperti untuk lomba lomba foto selfie diikuti hingga 3.000-an foto selfie.

Sementara untuk lomba fotografi propesional diikuti hingga 120-an peserta.

Sedangkan untuk lomba pembuatan video pendek yang baru diadakan bulan ini diikuti 50-an peserta.

Menurutnya lomba lomba ini mampu menarik minat wisatawan untuk datang ke Kalbar, karena karya yang dihasilkan dipajang di medsos sehingga bisa dilihat oleh banyak orang.

Theresia menjelaskan untuk tahun 2019 nanti akan ditargetkan kunjungan wisatawan ke Kalbar mencapai angka 50 ribu wisatawan.

Satu di antara dengan mengandalkan tiga pintu perbatasan atau pos lintas batas negara (PLBN).

PLBN ini yakni Entikong di Sanggau, Aruk di Sambas dan Badau di Kapuas Hulu.

“Wisatawan tidak masuk ke Kalbar hanya satu pintu saja. Mengingat Kalbar memiliki perbatasan yang menjadi potensi untuk menarik wisatawan masuk. Jadi mari bersama mengembangkan potensi wisata di perbatasan ini,” katanya.